Apa itu Ethereum?

Ethereum adalah sebuah platform Rantai-Blok (Blockchain) dengan fungsi kontrak cerdas (Smart Contract). Nilai Ethereum pun melesat seperti Bitcoin, walaupun nilainya belum setara, tetapi Ethereum sekarang ini adalah mata uang virtual paling bernilai kedua setelah Bitcoin.

member mungkin telah mendengar Bitcoin selama bertahun-tahun karena Bitcoin sudah ada selama hampir sembilan tahun (Initial release 09 Januari 2009). Sementara Ethereum baru ada sejak tiga tahun yang lalu (Initial release 30 July 2015).

Ethereum diciptakan oleh Vitalik Buterin, seorang pemrogram komputer muda yang diberi tahu tentang Bitcoin oleh ayahnya dan memutuskan untuk membuat sebuah platform Cryptocurrency baru. Ethereum dan Bitcoin disebut Cryptocurrency karena ia hanya bisa dijual dan dibeli secara digital. Bisa juga dipakai untuk membayar barang, dan mereka berada di luar kendali bank sentral dan entitas pemerintahan lainnya yang mungkin mengendalikan mata uang nasional. Baik Ethereum maupun Bitcoin dibangun di atas teknologi yang disebut sebagai Blockchain.

Apa itu Blockchain?

Blockchain Itu semacam buku besar yang akan mencatat dan memverifikasi transaksi yang dilakukan di dalamnya. Semua transaksi yang dilakukan pada jaringan desentralisasi ini bersifat publik dan tidak dikendalikan oleh satu entitas pemerintahan.

Siapa yang Membuat Etherium?

Menurut CNBC, Vitalik Buterin mulai mengembangkan Ethereum sejak dia putus kuliah. Umurnya saat ini masih muda, baru 23 tahun.

Dia lahir di Moskow, Rusia. Pada usia 6 tahun, dia dan keluarganya pindah ke Kanada. Dia dianggap sebagai jenius matematika sejak usia kecil. Dia juga penerima beasiswa bergengsi dari miliarder Peter Thiel tahun 2014. Kemudian di tahun 2016 lalu, dia termasuk dalam daftar Fortune’s 40 under 40. Buterin pertama kali tertarik dengan Bitcoin saat ayahnya mengenalkan produk itu. Pada Mei 2013, bocah 19 tahun itu melakukan perjalanan ke California untuk ikut konferensi Cryptocurrency. Vitalik Buterin keluar dari University of Waterloo dan menghabiskan beberapa waktu berkeliling dunia mengunjungi individu hebat yang bekerja pada Bitcoin.

Bila Bitcoin lebih ditujukan untuk menyimpan daftar saldo dan transaksi di Blockchainnya, sementara Blockchain Ethereum dirancang untuk menyimpan berbagai jenis data. Data ini bisa diakses dan digunakan oleh program-program komputer yang berjalan di Blockchain Ethereum. Program-program ini disebut aplikasi terdesentralisasi, atau dapps.

Bagaimana Cara Mendapatkan Ethereum?

Ada beberapa cara mendapatkan Ethereum.
Pertama, member bisa membelinya di bursa Aset Digital. Kalau di Indonesia, member bisa beli di Rekeningku.com.

Kedua, member bisa mendapatkan Ethereum dengan cara “menambang.” Menambang di sini adalah dengan memanfaatkan komputer, bukan dengan cara mencangkul atau masuk ke sungai. Menambang Ethereum dengan komputer di sini adalah dengan cara memecahkan masalah matematika, yang tentu saja kita tak butuh menjawabnya dengan cara berhitung, melainkan memecahkan masalah matematika dengan menggunakan peranti lunak komputer.

 

Apakah artikel ini bermanfaat?
Yes72
No4